Monday, May 11, 2020

Era Digital
EBOOK
Beberapa saat yang lalu saya telah memposting EBOOK PPKn kelas X.XI dan XII. Figur saya adalah seorang guru maka saya belajar untuk memposting materi pelajaran. Tujuannya agar materi mudah tersampaikan kepada peserta didik. Dengan adanya pandemi covid-19 seorang pendidik merubah cara menyampaikan materi dari face to face menjadi penyampaian secara Daring.

Dikutip dari Banyumas Punya Cerita
Pengertian EBook/Buku digital
Apa sih E-book itu???

Ebook adalah Bentuk digital dari buku cetak,terdiri dari berbagai macam informasi digital(bisa text,gambar,audio,video) yang dapat dibuka melalui komputer,tablet,smartphone,atau perangkat lainya.

Fungsi Ebook:
1. Sebagai sarana pembelajaran.
2. Untuk media pembalajaran.
3. Untuk media bisnis.

Tujuan buku digital: 1. Memudahkan proses pembelajaran melalui edmodo.
2. Memudahkan guru memberi tugas.
3. Memudahkan untuk belajar kelompok via online bagi murid.
4. Guru dapat memberi materi walau guru sedang tugas luar.
5. Melakukan ujian via online lebih mudah karena edmodo gratis.

Fungsi dan tujuan buku digital: 1. Berfungsi sebagai salah satu alternatif media belajar. Karena buku digital dapat memuat konten multimedia didalamnya sehingga dapat menyajikan bahan ajar yang menarik dan menyenangkan.
2. Sebagai media berbagi informasi. Buku digital dapat di sebarkan dengan mudah ,melalui media seperti website yang memberi kesempatan bagi pembuat konten untuk lebih mudah berbagi informasi dengan cara yang lebih menarik dan interaktif dengan membuat konten dalam bentuk digital.
3. Melindungi informasi yang disampaikan. Berbeda dari buku fisik yang dapat rusak atau basah,buku digital berupa data di komputer yang terlindungi dari masalah-masalah tersebut.Jika hilang pengguna bisa dengan mudah mencari pengganti baik di internet atau meminta ke pembuat buku.
4. Mempermudah memahami proses memahami materi ajar. Dalam erangkat lunak buku digital,guru dapat memberi catatan pada materi,mencari kata di materi,menampilkan file multimedia untuk memperkaya kontern buku.

9 alasan beralih ke buku digital 1. Biaya relatif murah,karena harga dari media penyimpanan semakin murah.
2. Mudah untuk disimpan,tidak butuh ruang yang besar.
3. Mudah untuk dibackup(copy dan paste).
4. Mudah untuk di transfer(inter dan intranet),mobilitas tinggi.
5. Mudah untuk dicari kembali(metode pencarian nama file,Jenis file,tanggal,dll).
6. Bisa menggunakan level security/keamanan/pasword.
7. Tidak khawatir terhadap rayap,basah,lembab,dan jamur.
8. Siap untuk di reproduksi setiap saat.
9. Go green! Ramah lingkungan.


Jenis Format Buku Digital

1. AZW – Amazon World.

Sebuah format proprietary Amazon, yang menyerupai format MOBI kadang-kadang dengan dan kadang-kadang tanpa menyertakan Digital Rights Management (DRM). DRM pada format ini dikhususkan untuk Kindle Amazon.


2. EPUB – Electronic Publication.

Format terbuka didefinisikan oleh Forum Open digital book dari International Digital Publishing Forum (idpf). EPUB mengacu kepada standar XHTML dan XML. Ini adalah standar yang sedang berkembang. Spesifikasi untuk EPUB dapat ditemukan di situs web IDPF, Adobe, Barnes & Noble, dan Apple, masing-masing memiliki DRM mereka sendiri. Format tersebut tidak kompatibel antara satu dengan yang lainnya. Saat ini sudah ada versi terbaru yaitu ePub 3, tetapi belum digunakan secara luas.
3. KF8 -Format Kindle Fire dari Amazon.

Hal ini pada dasarnya sama dengan prinsip ePub yang disusun dalam pembungkus Palm File Database (PDB) dengan Digital Right Management (DRM) milik Amazon.
4. MOBI – Format MobiPocket.

Ditampilkan menggunakan perangkat lunak membaca sendiri. MobiPocket tersedia pada hampir semua PDA dan Smartphone. Aplikasi Mobipocket pada PC Windows dapat mengkonversi Chm, doc, Html, OCF, Pdf, Rtf, dan Txt file ke format ini. Kindle menampilkan format mobipocket juga.
5. PDB - Palm File Database.

Dapat menyertakan beberapa format buku digital yang berbeda, yang ditujukan untuk perangkat berbasiskan sistem operasi Palm. Pada umumnya digunakan untuk buku digital berformat PalmDOC (AportisDoc) dan format eReader juga.
6. PDF - Portable Document Format

yang diciptakan oleh Adobe untuk produk Acrobat mereka. Format ini secara tidak langsung merupakan format yang digunakan untuk pertukaran dokumen. Dukungan perangkat lunak untuk format ini hampir mencakupi semua platform komputer dan perangkat genggam. Beberapa perangkat memiliki masalah dengan PDF karena kebanyakan konten yang tersedia akan ditampilkan baik untuk format A4 atau surat, yang keduanya tidak mudah dibaca ketika diperkecil sesuai layar kecil. Beberapa aplikasi pembaca buku digital dapat menyusun ulang tampilan beberapa dokumen PDF, termasuk Sony PRS505, untuk mengakomodasi layar kecil.
7. PRC - Palm Resource File,

Sering menyertakan alat baca Mobipocket tetapi kadang-kadang menyertakan eReader atau alat baca AportisDoc.
8. HTML - Hyper Text Markup Language

adalah tulang punggung dari World Wide Web. Banyak teks yang didistribusikan dalam format ini. Selain itu, beberapa pembaca e-book mendukung Cascading Style Sheets (CSS) yang pada dasarnya gaya utama panduan untuk halaman HTML.
9. CHM - Compressed HTML,

sering digunakan untuk file bantuan Windows. Hal ini telah menjadi sangat populer untuk distribusi teks dan bahan pendukung lainnya melalui Web.
10. XHTML -

versi khusus dari HTML dirancang agar sesuai dengan aturan konstruksi XML. Ini adalah format standar untuk data epub.
11. XML -

tujuan umum markup language untuk pertukaran data. Dalam konteks digital book umumnya terbatas pada XHTML dan RSS feed meskipun beberapa format lain yang telah ditetapkan.


EBOOK PPKN Kelas XII

EBOOK PPKN Kelas XII

EBOOK PPKn XI

EBOOK PPKn Kelas X

Wednesday, May 6, 2020

ANCAMAN TERHADAP NKRI ( KASWATI )


Materi PKN Kelas X Semester 2 Tema 3 ( KASWATI )

Bingkai Bhinneka Tunggal Ika

  Integrasi Nasional 
A.Kebinnekaan Bangsa Indonesia

Semboyan bangsa Indonesia “Bhinneka Tunggal Ika” tertulis pada kaki lambang negara Garuda Pancasila. Bhinneka Tunggal Ika merupakan alat pemersatu bangsa. Untuk itu, kita harus benar-benar memahami maknanya. Selain semboyan tersebut, negara kita juga memiliki alat-alat pemersatu bangsa yang lain.
1) Dasar Negara Pancasila
2) Bendera Merah Putih sebagai bendera kebangsaan
3) Bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional dan bahasa persatuan
4) Lambang Negara Burung Garuda
5) Lagu Kebangsaan Indonesia Raya
6) Lagu-lagu perjuangan

Persatuan dalam keberagaman memiliki arti yang sangat penting. Persatuan dalam keberagaman harus dipahami oleh setiap warga masyarakat agar dapat mewujudkan hal-hal sebagai berikut.
1) Kehidupan yang serasi, selaras, dan seimbang.
2) Pergaulan antarsesama yang lebih akrab.
3) Perbedaan yang ada tidak menjadi sumber masalah.
4) Pembangunan berjalan lancar.

Indonesia merupakan negara yang sangat rentan akan terjadinya perpecahan dan konflik. Hal ini disebabkan Indonesia adalah negara dengan keberagaman suku, etnik, budaya, agama serta karakteristik dan keunikan di setiap wilayahnya. Indonesia merupakan negara yang memiliki keistimewaan keanekaragaman budaya, suku, etnik, bahasa, dan sebagainya dibandingkan dengan negara lain.
Pada dasarnya keberagaman masyarakat Indonesia menjadi modal dasar dalam pembangunan bangsa. Oleh karena itu, sangat diperlukan rasa persatuan dan kesatuan yang tertanam di setiap warga negara Indonesia.  Namun, dalam kenyataanya masih ada konflik yang terjadi dengan mengatasnamakan suku, agama, ras atau antargolongan tertentu. Hal ini menunjukkan  yang ada harusnya dapat menjadi modal bagi bangsa ini
untuk menjadi bangsa yang kuat. Untuk mempersatukan masyarakat yang beragam, perlu adanya toleransi yang tinggi antarkebudayaan. Sikap saling menghargai antargolongan,
mengenali, dan mencintai budaya lain adalah hal yang perlu dibudayakan. Contoh nyata implementasi hal tersebut adalah dengan mempertunjukkan tarian suku-suku yang ada di Indonesia. Dengan demikian, setiap suku mempunyai rasa simpati satu sama lain.
Persatuan bangsa merupakan syarat yang mutlak bagi kejayaan Indonesia.
Jika masyarakatnya tidak bersatu dan selalu memprioritaskan kepentingannya sendiri, maka cita-cita Indonesia yang terdapat dalam sila ketiga Pancasila hanya akan menjadi mimpi yang tak akan pernah terwujud.   Kalian harus mampu menghidupkan kembali semboyan “Bhinneka Tunggal Ika”, yang berarti berbeda-beda tetapi tetap satu. Keberagaman harus membentuk masyarakat Indonesia yang memiliki toleransi dan rasa saling menghargai untuk menjaga perbedaan tersebut. Kuncinya terdapat pada komitmen persatuan bangsa Indonesia dalam keberagaman.

B. Pentingnya Konsep Integrasi Nasional
1. Pengertian Integrasi Nasional
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, integrasi nasional mempunyai arti politis dan antropologis.
(a). Secara Politis
Integrasi nasional secara politis berarti penyatuan berbagai kelompok budaya dan sosial dalam kesatuan wilayah nasional yang membentuk suatu identitas nasional.
(b). Secara Antropologis
Integrasi nasional secara antropologis berarti proses penyesuaian di antara unsur-unsur kebudayaan yang berbeda sehingga mencapaisuatu keserasian fungsi dalam kehidupan masyarakat.

Pendapat para ahli tentang integrasi.
(1). Howard Wriggins
Integritas bangsa berarti penyatuan bagian yang berbeda-beda dari suatu masyarakat menjadi suatu keseluruhan yang lebih utuh atau memadukan masyarakat-masyarakat kecil yang jumlahnya banyak menjadi satu kesatuan bangsa.
(2). Dr. Nazaruddin Sjamsuddin
Menurutnya, integrasi nasional ini sebagai proses penyatuan  suatu bangsa yang mencakup semua aspek kehidupannya, yaitu aspek sosial, politik, ekonomi, dan budaya. Integrasi juga meliputi aspek  vertikal dan horisontal.

(3). J. Soedjati Djiwandono
Menurutnya, integrasi nasional sebagai cara bagaimana kelestarian  persatuan nasional dalam arti luas dapat didamaikan dengan hak menentukan nasib sendiri. Hak tersebut perlu dibatasi pada suatu taraf tertentu. Bila tidak, persatuan nasional akan dibahayakan.
Dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa integrasi nasional bangsa indonesia berarti hasrat dan kesadaran untuk bersatu sebagai suatu bangsa, menjadi satu kesatuan bangsa secara resmi, dan direalisasikan dalam satu kesepakatan atau konsensus nasional melalui Sumpah Pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928.
 Faktor-Faktor Pembentuk Integrasi Nasional
(1). Faktor pendorong tercapainya integrasi nasional
a) Adanya rasa senasib dan seperjuangan yang diakibatkan oleh faktor sejarah.
b) Adanya ideologi nasional yang tercermin dalam simbol negara yaitu Garuda Pancasila dan semboyan Bhinneka Tunggal Ika.
c) Adanya tekad serta keinginan untuk bersatu di kalangan bangsa Indonesia seperti yang dinyatakan dalam Sumpah Pemuda.
d) Adanya ancaman dari luar yang menyebabkan munculnya semangat nasionalisme di kalangan bangsa Indonesia.
(2). Faktor pendukung integrasi nasional
a) Penggunaan bahasa Indonesia.
b) Adanya semangat persatuan dan kesatuan dalam bangsa, bahasa,  dan tanah air  Indonesia.
c)  Adanya kepribadian dan pandangan hidup kebangsaan yang sama, yaitu
     Pancasila.
d )Adanya jiwa dan semangat gotong royong, solidaritas, dan toleransi
   keagamaan yang kuat.
a)  Adanya rasa senasib sepenanggungan akibat penderitaan penjajahan.

(3). Faktor penghambat integrasi nasional
a) Kurangnya penghargaan terhadap kemajemukan yang bersifat heterogen.
b) Kurangnya toleransi antargolongan.
c) Kurangnya kesadaran dari masyarakat Indonesia terhadap ancaman dan
     gangguan dari luar.
d) Adanya ketidakpuasan terhadap ketimpangan dan ketidak-merataan hasil-hasil
    pembangunan.

D. Tantangan dalam Menjaga Keutuhan Bangsa
Kesadaran tantangan di lingkungan internal Indonesia adalah mengawal NKRI agar tetap utuh dan bersatu. Di sisi lain, ancaman terhadap kedaulatan masih berpotensi terutama yang berbentuk konflik perbatasan, pelanggaran wilayah, gangguan keamanan maritim dan dirgantara, gangguan keamanan di wilayah perbatasan berupa pelintas batas secara illegal, kegiatan penyelundupan senjata dan bahan peledak, masalah separatisme, pengawasan pulau-pulau kecil terluar, ancaman terorisme dalam negeri dan sebagainya.
Dengan demikian, berdasar tantangan tersebut di atas, maka visi terwujudnya pertahanan negara yang tangguh dengan misi menjaga kedaulatan dan keutuhan wilayah NKRI serta keselamatan bangsa harus terwujud. Kemudian pada dasarnya, perumusan kebijakan umum pertahanan negara dilaksanakan Menteri Pertahanan Negara, sedangkan proses penetapannya dilaksanakan di tingkat Dewan Keamanan Nasional selaku Penasihat Presiden RI.  Tujuan nasional merupakan kepentingan nasional yang abadi dan menjadi
acuan dalam merumuskan tujuan pertahanan negara, yang ditempuh dengan tiga strata pendekatan yaitu pertama, strata mutlak, dilakukan dalam menjaga kedaulatan negara, keutuhan wilayah negara dan keselamatan bangsa Indonesia; kedua, strata penting, dilakukan dalam menjaga kehidupan demokrasi politik dan ekonomi, keharmonisan hubungan antar suku, agama, ras dan golongan (SARA), penghormatan hak asasi manusia dan pembangunan yang berwawasan lingkungan hidup dan ketiga, strata
pendukung, dilakukan dalam upaya turut memelihara ketertiban dunia.
Untuk mencapai tujuan pertahanan negara tersebut, salah satunya diperlukan input sumber daya yang bagus dan optimal. Masyarakat menuntut TNI untuk menjaga dan memelihara stabilitas keamanan nasional tetapi  input masyarakat secara intelektual, moral dan mental lemah akan sangat  kesulitan mewujudkannya.

Sebagai warga negara yang baik sudah sepantasnya bila kita turut serta  dalam bela negara dengan mewaspadai dan mengatasi berbagai macam ancaman, tantangan, hambatan, dan gangguan (ATHG) terhadap  Negara Kesatuan Republik Indonesia, seperti para pahlawan yang rela berkorban demi kedaulatan dan kesatuan.
1.  Ancaman adalah usaha yang bersifat mengubah atau merombak kebijaksanaan yang dilakukan secara konsepsional melalui tindak kriminal dan politis. Ancaman militer dapat berasal dari luar negeri maupun dari dalam negeri.
     Adapun, ancaman nonmiliter adalah ancaman yang tidak menggunakan senjata tetapi jika dibiarkan akan membahayakan kedaulatan negara, keutuhan wilayah negara, dan keselamatan segenap bangsa.
2. Tantangan adalah hal atau usaha yang bertujuan untuk menggugah kemampuan.
3. Hambatan adalah usaha yang berasal dari diri sendiri yang bersifat atau bertujuan    untuk melemahkan atau menghalangi secara tidak konsepsional.
4.  Gangguan adalah hal atau usaha yang berasal dari luar yang bersifat atau bertujuan     melemahkan atau menghalangi secara tidak konsepsional (tidak terarah).




E. Peran Serta Warga negara dalam Menjaga Persatuan dan Kesatuan Bangsa
Dengan demikian peran serta warga negara dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, diantaranya adalah sebagai berikut.
1.    Menghormati, menghargai kemajemukkan bangsa Indonesia, khususnya toleransi
antar pemeluk umat beragama
2.    Menjaga persatuan dan kesatuan dalam perikehidupan bermasyarakat berbangsa
dan bernegara
3.  Bekerja sama dan bergotong royong antar anggota warga masyarakat
4.  Berpartisipasi aktif dalam segala perikehidupan bermasyarakat, berbangsa dan
     bernegara
5.  Ikut serta dalam usaha pertahanan dan keamanan negara yang dilaksanakan
     melalui sistem pertahanan dan keamanan rakyat semesta.
Keikutsertaan warga negara dalam upaya bela negara diselenggarakan melalui kegiatan-kegiatan sebagai berikut.
a. Pendidikan Kewarganegaraan.
b. Pelatihan dasar kemiliteran.
c. Pengabdian sebagai prajurit TNI secara sukarela atau wajib.
d. Pengabdian sesuai dengan profesi.

Materi PKN Kealas X Semester 2 ( KASWATI )

Negara Kesatuan Republik Indonesia


Wawasan Nusantara adalah cara pandang bangsa  Indonesia terhadap rakyat, bangsa dan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang meliputi darat, laut, dan udara di atasnya sebagai satu kesatuan politik, ekonomi, sosial, budaya dan pertahanan keamanan. Wawasan nasional itu selanjutnya menjadi pandangan atau visi bangsa dalam menuju tujuan dan cita-cita nasionalnya.


Wawasan Nusantara adalah sudut pandang geopolitik Indonesia secara mendasar. Secara harfiah, wawasan nusantara berarti konsep kepulauan; secara kontekstual istilah ini lebih tepat diterjemahkan sebagai "visi kepulauan Indonesia". Wawasan nusantara adalah cara bagi Indonesia untuk memandang dirinya sendiri (secara geografis) sebagai satu kesatuan antara ideologi, politik, ekonomi, sosiokultural, serta masalah keamanan dan pertahanan.


Konsep ini berupaya untuk menjawab tantangan geografis yang melekat pada diri Indonesia — sebagai negara yang terdiri dari ribuan pulau serta ribuan latar belakang sosial budaya penduduknya. Hal ini terkait dengan sikap negara yang mengutamakan persatuan dan kesatuan, maka perairan yang terdapat di antara pulau-pulau itu harus dianggap sebagai elemen penghubung dan bukanlah sebagai faktor pemisah.


Lebih lanjut, wawasan nusantara dikaitkan dengan dasar ideologi dan konstitusional, yakni sebagai cara pandang dan sikap bangsa Indonesia mengenai diri dan bentuk geografinya berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 Dalam pelaksanaanya, wawasan nusantara mengutamakan kesatuan wilayah dan menghargai kebhinekaan untuk mencapai tujuan nasional.

TUGAS PKN 1 ( KASWATI )

Budaya Politik Di Indonesia
Latihan soal PPKN
budaya politik di Indonesia
Kelas X SEMESTER 2
BAB 1 


1. Budaya politik yang berkembang di masyarakat Indonesia sekarang adalah….
a. budaya politik kaula
b. budaya politik pasif
c. budaya politik kolonila
d. budaya politik parokial
e. budaya politik partisipan


2. Pengertian politik meliputi politik sebagai ethiek dan politik sebagai technic. Pengertian tersebut menurut pendapat….
a. Roger H. Soltou
b. Kranenburg
c. John Locke
d. Logeman
e. Hans Kelsen

3. Politik berkenaan dengan cara (teknik) manusia atau individu untuk mencapai tujuan, berarti politik dalam arti….
a. ethiek
b. technic
c. etis
d. etika
e. politis

4. Budaya politik adalah suatu sikap orientasi yang khas warga negara terhadap sistem politik dan aneka ragam bagiannya, dan sikap terhadap peranan warga negara yang ada dalam sistem itu. Warga negara senantiasa mengidentifikasikan diri mereka dengan simbol-simbol dan lembaga kenegaraan berdasarkan orientasi yang mereka miliki. Pengertian ini adalah pendapat….
a. Ernest Renan
b. Hermaily Ibrahim
c. Koentjaraningrat
d. Almond dan Verba
e. Soerjono Soekanto


5. Perhatikan pernyataan-pernyataan berikut!
1) Sikap orientasi yang khas warga negara terhadap sistem politik.
2) Sikap terhadap peranan warga negara yagn ada dalam sistem itu.
3) Adanya unsur-unsur budaya yang berupa perilaku 4) Nilai-nilai keyakinan dan sikap-sikap emosi tentang bagaimana pemerintah seharusnya.
5) Perumusan tujuan dalam suatu kegiatan.
Dari pernyataan di atas yang merupakan ciri-ciri budaya politik adalah….
a. 1, 2, dan 3
b. 1, 2, dan 4
c. 2, 3, dan 5
d. 2, 4, dan 5
e. 3, 4, dan 5


6. Budaya politik di mana tingkat partisipasi politiknya rendah, merupakan jenis budaya politik…..
a. partisipan
b. parokial
c. kaula
d. pasif
e. kolonial


7. Faktor yang mendorong lahirnya budaya politik adalah….
a. pendidikan politik
b. kehidupan demokrasi masyarakat
c. tingkat ekonomi masyarakat
d. sosial budaya masyarakat
e. kesadaran masyarakat tentang hukum

8. Perhatikan pernyataan berikut!
1) Perlindungan konstitusional
2) Menyelesaikan perselisihan dengan damai
3) Menyelenggarakan pergantian pemimpin secara damai
4) Pemilihan umum yang bebas
5) Menjamin tegaknya keadilan
6) Membatasi pemakaian kekerasan seminimal mungkin
Dari pernyataan di atas, menurut Henry B. Mayo Masyarakat demokrasi dibangun berdasarkan nilai-nilai….
a. 1, 2, 3, dan 4
b. 1, 3, 5, dan 4
c. 1, 3, 5, dan 6
d. 2, 4, 5, dan 6
e. 1, 4, 5, dan 6

9. Budaya adalah keseluruhan sistem gagasan dan rasa, tindakan , serta karya yang dihasilkan manusia dalam kehidupan bermasyrakat yang dijadikan miliknya dengan cara belajar. Pengeritan budaya tersebut menurut pendapat…..
a. Sir Edward Bornett Taylor
b. Soerjono Soekanto
c. Koentjaraningrat
d. William A. Haviland
e. A. L. Kroeber

10. Di bawah ini merupakan perwujudan budaya menurut Koentjaraningrat, kecuali….
a. sistem gagasan
b. sistem tindakan
c. hasil karya manusia
d. agama
e. sistem gagasan dan tindakan

Nuansa chatting

Kenapa harus titik saja yg diketik Bukankah jarimu masih bisa menjangkau huruf lainnya... Jangan bersembunyi dibalik titik... Dia tak aka...